Selasa, 29 Mei 2012 | By: Sii Isni

Aku Ingin Pergi

Tuhan, berikan hati itu untukku. Letakkan di sini saja. Jangan kau buang. Dia tak benar rusak. Tuhan, letakkan di sini saja. Jangan dimatikan. Manusia bumi memang tak mau mengerti. Itu sudah kodratnya. Kemarikan, aku tak cukup kaya untuk memeliharanya. Aku bahkan cukup miskin untuk menopangnya. Tapi biarlah, aku sudah ikhlas. Entah dari mana asalnya kerelaan ini, biarkan manusia bumi menilainya suatu saat nanti dari sisi berbeda.

Tuhan, aku tak cukup kuat. Kaki ini tertatih sudah. Boleh kiranya kumenopang padaMu. Bawa aku dan hati ini. Bawalah kami bersamamu. Aku ingin pergi dari manusia bumi yang congkak. Aku ingin pergi dari manusia bumi yang arogan. Aku ingin pergi. Tapi jangan bilang siapa-siapa. Cukup kita berdua yang tahu.

Senin, 14 Mei 2012 | By: Sii Isni

Dari Kisah Kecil Keke

Malam ini aku menangis sebelah mata (lagi). Mata sebelah kiriku paling banyak mengeluarkan air mata, sedangkan mata sebelah kanan hanya berkaca-kaca dan tetesannya lembab. Yang jelas aku tak bisa menyembunyikan keanehanku yang satu ini. Kecenderungan aku menangis sebelah mata. 

Tapi lupakan masalah menangis, karena bukan itu yang ingin aku tuliskan malam ini. Aku baru saja siap menonton film 'Surat Kecil Untuk Tuhan'. Ceritanya itu adalah kisah nyata. Akhir filmnya ada foto-foto orang yang dalam kisah nyata. Sangat mengharukan. Dan aku suka.

Aku suka pada Keke yang terus melawan penyakitnya. Aku suka Ayah Keke yang penyayang. Sosok Abang yang senantiasa menyayangi adiknya. Ibu yang mau mengalahkan sifat egoisnya. Pacar yang setia. Sahabat yang tulus.
Sabtu, 12 Mei 2012 | By: Sii Isni

Namaku Intan

Namaku Intan. Aku adalah anak broken home, makanya aku di sini bersama ibuku. Sudah sepekan kami berdua di sini. Kami hanya berdua, ya... dua, tidak lebih tidak kurang. Ibuku masih muda, manis, ceria, penyabar, kuat, dan yang paling aku banggakan darinya adalah kata-katanya, 'Jangan menunggu bahagia, baru tersenyum. Tapi tersenyumlah, maka anakku Intan pasti bahagia', ucapnya beberapa menit yang lalu.

Ibu sedang terlelap saat kuputuskan untuk berjalan-jalan di lorong rumah sehat Fakinah. Tanganku mengenggam gagang pintu erat, menarik hembus nafas dalam-dalam. Dan yang kurasakan adalah ketenangan saat melepaskan nafas. Tak ada kelebat yang mampir dalam pikiranku. Aku melepas tangan dan memulai langkah, karena sekarang aku tau kalau keadaanku adalah baik.

Mereka bilang aku mewariskan sifat ibu. Sedangkan tubuhku menurun dari ayah yang tinggi dan kekar. Tak sampai berototlah badanku ini, hanya saja aku menggemari latihan bela diri. 

Jatuh Cinta (/o\)

Orang di sekitarku mengungkapkan kata-kata dengan ekspresi. Kau tau? Ekspresi adalah ungkapan yang jujur, tulus, dan memukau. Mereka tersenyum riang, gigi manisnya tak sanggup sembunyikan rasa. Lebih lagi, gerak-gerik bola matanya memicu perhatian. Sedangkan tangan dan kedua kaki menahan getaran dari dalam. Hormon memicu begitu cepat. Semuanya akan terasa indah, bahkan sang pengamat saja terpesona.

Kali ini, aku lagi-lagi menjadi pengamat. Eiits, bukan kesengajaan. Tapi memang kesemuanya ada di hadapanku.

Mereka saling mencintai. Aku merasa senang. Mereka mempertahankan cinta. Aku mengagumi. Mereka berjuang. Aku mendorong. Mereka kelelahan. Kuajak ia (salah satu.red) beristirahat sejenak dan bertanya. 'Bagaimana keadaanmu?'

Kemudian yang kudengar adalah cari maki.

Aku mengusak tangan halusnya. Memintanya tenang dan menyuruhnya menarik lepas nafas. Lalu kubertanya kembali, 'Sekarang apa yang kamu butuhkan?'

'Aku butuh waktu, aku butuh waktu untuk semua ini, aku butuh waktu untuk sendiri'.
Aku tersenyum, 'Ya, aku beri apa yang kamu minta. Ambillah waktu dan kembali segera. Kami merindukanmu'.

'Iya' akhirnya.

Sebegitu indah jatuh cinta. Kita benar-benar akan dibuatnya jatuh sampai terasa dan membekas. Dan ketika sedang merekah, harumnya sampai ke jalan raya. :D

Gambarnya nyolong dari si Mbah Gugel. :O

____
Dubidubidurapppaa... Hoi hoi, bagaimana keadaanmu? ^0^
Jumat, 11 Mei 2012 | By: Sii Isni

Missed Brother

every night is lonely.
phone never rang more special
I'm not SMS to receive, although only to say hello

I'm lonely

I took my phone, turn it
calling my brother
last
I told him
my days
I laughed along with the joke of a brother.
He was good at mocking me

but
tonight, I can't calling my brother.

just to night
no joke brother figure
and I miss him, suddenly greatly missed brother

and tomorrow is the day that I'm very fussy like to see him wearing a toga
yes! Saturday, my brother will be graduation.


congratulations my brother, I love you, brother...


Minggu, 06 Mei 2012 | By: Sii Isni

5 Dari Sekian Coret-coret Cewek Tentang Cowok

Setelah BW ke postingan Berlin 'OBAT (tips) PATAH HATI BUAT CEWEK :Ampuh deh !' guek seperti kenak siram amarah cewek-cewek kalau lagi patah hati. Ya! Persis seperti nada dalam tulisan Berlin. Marah, kesal, rasanya pengen nipukin tu cowok pake balok kayu. Aaarrgh! Duum dhumm...


Haha... Mampus kan?
Ooops. :O

Sorry, Boy! Inih ada sedikit kupasan rahasianya elu-elu semua, yang merasa uda bisa siap-siap aja di putusin. Hahaha
Hi, gils! Gilaran elu sekarang. Are you ready girls? Yooooosh!


Rabu, 02 Mei 2012 | By: Sii Isni

Aku Lupa Tersenyum

Hari ini aku tiba-tiba teringat kejadian beberapa pekan lalu. Waktu itu aku kuliah seharian, tugas menumpuk dan semakin kutumpuk. Masalah dengan teman juga menjadi sebab semua itu, ditambah lagi aku dimarahi ayah karena lupa membeli pembersih kamar mandi. Aku cuek, mukaku sundek. Ke sana ke mari sama saja, aku marah-marah pada sendiri. Tugas kukerjakan malah tak sesuai rencana, aku makin marah pada diri sendiri. Ditambah lagi teman-teman yang sibuk dengan diri sendiri, aku yang minder. Sudahlah, lagi-lagi aku bermuka masam kemudian ayah suruh pulak aku ambilkan buah belimbing buat bersihin ikan mujair. Aku bekerja diam, antara marah-marah dan tidak ikhlas. Ah, dasar anak kecil! Paling mudah labil. Aku mengutuk diri sendiri.

 

Dan hari ini, ketika sepeda motor berbonceng seorang wanita yang mengandung melahirkanku. Aku tersenyum sepanjang jalan. Ya! Aku tersenyum. Aku menyebut diri aneh, dan lebih anehnya lagi aku sempat terpikir kenapa aku bisa lupa tersenyum hari itu. Ya! Hari-hari dimana aku merasa begitu banyak beban. Kenapa aku bisa lupa pada satu jurus itu.

 

Padahal, aku sendiri yang berkata pada temanku, ‘kalau lagi sedih aku suka maksa diri sendiri tersenyum, rasanya beda aja, sedikit lebih ringan beban dan hati jadi lapang’. Tapi kenapa aku lupa! Aikh, sialnya! Lain kali aku tidak boleh lupa lagi. Karena senyuman dapat mengobati sakit hati. Beneran daah!

 

Apakah kamu sudah tersenyum hari ini? Kalau belum, ayoook tersenyum. :)